2 Agu 2012

5 Teman Yang Sebaiknya Anda Hindari


Ada dua jenis teman dalam hidup kita, teman yang menjadikan kita lebih baik atau lebih buruk. Jika teman Anda membawa lebih banyak hal negatif dibanding positif dalam hidup, sebaiknya hindari saja.
1. Si Tukang Gosip
Bergosip memang menyenangkan untuk mengisi waktu luang, namun seberapa jauh gosip ini mempengaruhi Anda itulah yang menjadi masalah. Gosip, terutama di kantor, dapat membuat suasan pertemanan kurang mengenakkan. Bisa saja, di belakang, dia juga bergosip mengenai diri Anda. Tanpa Si Tukang Gosip, Anda bisa menjadi lebih kuat dan terhindar dari rasa bersalah karena membicarakan orang lain.
2. Berteman karena Tak Enak
Sebenarnya, Anda tidak suka berteman dengannya, tapi karena kasihan Anda pun memaksakan diri bersamanya. Sebenarnya, hal seperti ini tidak baik bagi dirinya maupun Anda sendiri. Perempuan, terutama, memiliki rasa tidak enak yang lebih besar sehingga berusaha bersikap baik kepada siapa saja. Kenyataannya, jika hanya menjadi beban, untuk apa berteman dengan orang itu?
3. Frenemy
Istilah frenemy atau friend enemy, merupakan gambaran seorang teman yang sekaligus musuh Anda. Ibaratnya, seperti Paris Hilton dan Nicole Richie, tuh. Teman seperti ini tidak dapat diajak susah, mereka hanya mau berteman dengan Anda jika Anda menguntungkan dia. Di saat Anda susah, mereka justru cenderung menjauhi, bahkan menyalahkan Anda. Masih mau berteman dengan orang seperti ini?
4. Bad Influences
Kadang, hal yang buruk bisa jadi menyenangkan dan menantang, tetapi jika teman Anda hanya membuat Anda menjadi orang yang buruk, apakah dia masih layak menjadi teman Anda? Pengaruh buruk yang dimaksud tidak perlu ekstrim, cukup seperti membuat Anda merasa rendah diri atau memiliki gangguan makan karena kerap mengatakan Anda gemuk. Lebih baik, Anda berteman dengan orang yang bisa menerima Anda apa adanya dan mendukung untuk mengembangkan kelebihan Anda.
5. Teman Facebook
Jumlah teman di Facebook Anda, mungkin, mencapai ribuan, tetapi berapakah diantaranya yang benar-benar Anda kenal dan pernah Anda ajak bicara. Daripada menghabiskan sepanjang hari di depan komputer, habiskan waktu bersama teman-teman Anda yang sesungguhnya. (iVillage/nel)

4 Langkah Mudah Menenangkan Diri


Jika Anda sedang merasa stres, sedih, atau marah, coba ikuti beberapa langkah berikut yang dapat membantu menenangkan diri Anda.
Atur napas
Hal yang pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengatur pernapasan, begitu rasa marah atau stres mengganggu Anda. Cobalah bernapas dengan menggunakan hidung dan keluarkan melalui mulut. Cara ini akan membantu mengatur reaksi tubuh Anda dan membantu Anda tetap tenang.
Lepaskan tekanan dari tubuh
Lakukan peregangan atau olahraga ringan yang bisa menjadi pelepasan stres. Anda juga bisa menggerakkan atau menggoyangkan bagian bahu, untuk sekadar melepaskan beban yang ada. Menggerakkan bahu dengan gerakan memutar juga merupakan satu cara untuk menghilangkan rasa stres.
Duduk dan bersantai
Cari tempat di mana Anda bisa duduk dan bersantai. Dengarkan juga musik yang menenangkan untuk melepaskan diri Anda dari tekanan emosional. Lepaskan semua ketegangan dari tubuh Anda dan konsentrasikan diri untuk tetap rileks serta melepaskan semua pikiran yang membebani Anda.
Hindari orang penyebab stres
Sebisa mungkin jauhi orang atau lingkungan yang membuat Anda stres, setidaknya sampai diri Anda benar-benar tenang. Saat dilanda stres dan amarah, coba kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang selalu mendukung dan bisa menenangkan diri Anda. Kadang dengan bercerita dan mencurahkan hati dengan orang terdekat, bisa menenangkan hati Anda. (Kabar24/aw)

Cara Menghilangkan Stres Dalam Hitungan Menit


Stres, hingga depresi, seringnya muncul karena seseorang tidak dapat melihat permasalahan secara konstruktif sehingga mempengaruhi kehidupan emosinya. Ada beberapa ilmu dalam dunia neurologi dan psikiatris yang mempelajari cara memilah emosi agar stres tidak menghampiri.
Salah satu pakar nurologi sekaligus psikiater terkenal di Amerika, Daniel Siegel, M.D., memberikan tipsnya bagi Anda:
1. Pejamkan mata dan tarik napas dalam-dalam selama 30 detik. Rasakan ketegangan dalam tubuh Anda.
2. Rasakan berbagai emosi negatif yang ada dalam diri Anda sehingga Anda dapat dengan mudah mengontrolnya.
3. Beri nama pada emosi yang muncul, seperti “Saya dipermalukan”. Daniel Siegel, M.D. dalam The Developing Mind, menulis pelabelan emosi ini dapat meredakan gejolak amygdala (bagian otak yang merekam gejolak emosi).
4. Lakukan langkah 1-3 dengan rutin selama 15 menit untuk mendapatkan pikiran yang lebih positif. (Huffington/nel)

Cara Menghindari Pertengkaran Saat Berlibur Bersama Pasangan


Berlibur merupakan salah satu cara untuk menguatkan ikatan pasangan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Namun, berlibur bersama pasangan juga dapat menjadi awal dari pertengkaran.
Bagaimana cara menghindari pertengkaran saat berlibur?
1. Kompromi
Memang sih, tujuan Anda berlibur bersama pasangan untuk mendekatkan diri, tapi bukan berarti Anda harus menghabiskan waktu bersama setiap saat. Semua orang pasti memiliki minat yang berbeda terhadap berbagai aktivitas, terutama aktivitas liburan.
Anda senang menghabiskan waktu bersantai sambil membaca di pinggir kolam atau pantai. Dia senang jogging atau melakukan aktivitas olahraga air di pagi hari. Lakukanlah kegiatan masing-masing. Anda bisa kembali bersama setelah selesai melakukan kegiatan masing-masing untuk makan siang bersama.
Intinya adalah kompromi untuk kegiatan liburan Anda berdua sambil tetap memastikan Anda memiliki waktu berkualitas bersama.
2. Tinggalkan Keluhkan di Rumah
Jika Anda memiliki berbagai keluhan mengenai pasangan, jangan pernah membahasnya di waktu liburan. Liburan justru harus Anda manfaatkan untuk kembali mengenali pribadi masing-masing, bukan membahas ibunya yang cerewet atau kebiasaannya yang sering lupa ‘tanggal penting’. Lupakan sejenak ganjalan dan keluhan dan gunakan waktu berlibur untuk membangun kembali hubungan Anda lebih positif.
3. Selesaikan Masalah Sebelum Berangkat
Anda dan pasangan bertengkar menjelang keberangkatan waktu liburan. Jika demikian, sebaiknya Anda selesaikan dulu masalah tersebut sebelum berangkat. Jangan sampai waktu berlibur Anda malah membuat stres dan memicu pertengkaran yang lebih besar. Buat kesepakatan untuk tidak meneruskan pertengkaran dan beradu argumen selama liburan.
4. Bersenang-senanglah
Anda boleh saja sudah membuat rencana dan membayangkan liburan berdua dalam kepala Anda, tapi belum tentu semua dapat berjalan lancar 100%. Jangan biarkan cuaca yang tidak terduga membuat mood Anda jadi jelek dan bersungut-sungut. Karenanya, nikmati saja liburan Anda dan bersenang-senanglah sehingga ketika kembali dari liburan Anda dan pasangan dapat mengingatnya sebagai momen bersama yang menyenangkan. (SheKnows/Kabar24/nel)

5 Cara Memaafkan Pacar Selingkuh


Ketika pasangan selingkuh dan mengakuinya, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memaafkannya.
Dapatkan penjelasan
Jika Anda menginginkan hubungan bisa kembali berjalan seperti biasa, Anda harus melepaskan segala bentuk imajinasi dalam pikiran. Jadi, tanyakan apa yang memang perlu ditanyakan kepada pasangan dan minta penjelasannya. Anda juga harus bisa memastikan apakah kesalahannya ini memang masih bisa dimaafkan atau  tidak. Buatlah keputusan yang tegas dan yakinkan diri Anda akan memaafkannya sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Evaluasi diri
Walaupun keputusan si dia untuk selingkuh memang menyakitkan, Anda juga harus mengevaluasi diri sendiri dan mencari tahu penyebabnya. Bukan tidak mungkin Anda juga bertanggung jawab, misalnya Anda selalu tak ada untuk dirinya sehingga membuat dia mencari perhatian dari orang lain. Tapi jika masalah bukan pada diri Anda, tetap evaluasi ulang hubungan Anda apakah pantas untuk dilanjutkan.
Jangan coba membalasnya
Mungkin Anda akan tergoda untuk membalas dendam dengan melakukan hal yang sama, tapi yakinlah hal itu tak akan membuat Anda senang. Anda harusnya bisa menunjukkan sikap seperti apa yang Anda harapkan dari si dia, misalnya Anda ingin dia bisa jujur maka Anda juga harus melakukan hal yang sama.
Dia juga manusia
Pahami juga bahwa Anda dan dia adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Anda juga harus bisa melihat, apakah dia sadar akan kesalahannya dan apakah dia melakukan perubahan sikap untuk tidak mengulanginya. Jika memang dia sadar telah berbuat salah, maka tak ada salahnya memberi kesempatan kedua apabila Anda masih mencintainya.
Yang lalu biarlah berlalu
Mungkin tidak mudah untuk memaafkan dan melupakan, tapi jangan juga berkutat di masa lalu dan mengungkit-ungkit kesalahan si dia. Jika dalam setiap argumen Anda selalu menyalahkan si dia karena pernah selingkuh, pada akhirnya hubungan menjadi tidak seimbang karena Anda selalu merasa ‘lebih’. Jika Anda sudah mampu membiarkan apa yang sudah berlalu tetap di belakang, maka akan lebih untuk maju ke depan dan memperbaiki hubungan. (Kabar24/aw)