1 Agt 2012

3 Tradisi Ramadhan Di Palestina


Sejumlah tradisi khas menyemarakkan suasana Ramadan di Palestina. Mulai dari buka puasa dengan sajian yang hanya muncul saat Ramadan, sampai menikmati suasana kumpul-kumpul bersama keluarga atau teman selepas berbuka.

Santap qatayef
Camilan manis menjadi sajian khas buka puasa di sejumlah negara. Jika kita terbiasa dengan kolak, masyarakat Palestina menandai suka cita buka puasa dengan qatayef. Sajian dengan citarasa manis ini biasanya hanya muncul saat Ramadan.

Aksi pedagang yang tengah menyiapkan adonan qatayef menjadi pemandangan menarik menjelang berbuka di sudut-sudut kota.

Adonan qatayef serupa pancake. Yang membedakan, qatayef dibiarkan matang hanya pada satu sisi. Diisi campuran kacang-kacangan, gula, ekstrak vanili, dan bubuk kayu manis di bagian yang setengah matang, adonan ini lalu digoreng. Qatayef disajikan dengan madu atau sirup manis serupa sirup maple.

Isap shisha
Setelah berbuka, anak-anak muda biasa pergi ke coffee shop untuk menghisap shisha. Selain untuk menunjukkan status sosial, mengisap shisha juga menjadi simbol pergaulan anak-anak modern di negara itu.

Santap kurma
Kurma sebenarnya sudah menjadi santapan sehari-hari bagi masyarakat Palestina. Namun, selama Ramadan, menyantap kurma untuk buka puasa seakan menjadi tradisi wajib. Tak heran jika permintaan kurma selama bulan suci ini meningkat tajam.

Kebiasaan mengkonsumsi kurma saat berbuka puasa sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan para nabi. Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari penuh tak tersentuh makanan.

0 comments:

Posting Komentar