1 Agt 2012

Malas Sama Bahayanya Dengan Merokok


VIVAlife - Jika Anda berpikir menghentikan kebiasaan merokok cukup untuk membuat hidup lebih sehat, sepertinya Anda harus berpikir ulang.

Tanpa aktivitas yang dinamis atau berolahraga, efeknya sama dengan merokok. Lebih dari 90.000 jiwa di Inggris setiap tahunnya menderita jantung, kanker payudara, kanker usus, dan diabetes. Jumlah ini hanya sedikit lebih rendah dari penderita penyakit akibat merokok, yakni 100.000. Demikian dikutip Fox.
Anda disarankan untuk meluangkan waktu olahraga, dua setengah jam setiap minggunya untuk menjaga kesehatan tubuh. Kegiatan ini juga bisa diganti dengan berkebun atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya yang menghasilkan keringat.
Para peneliti di Harvard memperkirakan, jumlah nyawa melayang setiap tahunnya karena kurang olahraga. Studi yang dipublikasikan di The Lancet ini menemukan bahwa di seluruh dunia satu dari sepuluh orang, meninggal karena pola hidup malas. Terlebih di Inggris, angka ini lebih tinggi, yakni satu banding enam.
Kepala penelitian, Dr I Min Lee, dari Harvard Medical School, mengatakan, "Apakah saya terkejut bahwa hal itu sebanding dengan merokok, tidak. Hanya sekitar seperempat dari asap populasi dunia, tapi sekitar dua pertiga tidak aktif. Cara untuk melatih orang berolahraga adalah dengan menyediakan infrastruktur untuk bersepeda atau jalur khusus pejalan kaki. Sayangnya, London terlalu sempit untuk hal ini".
Lee juga menambahkan, bahwa kampanye anti rokok lebih berhasil, dibanding menyarankan orang untuk rajin berolahraga. Sementara Dr Claire Knight, manajer informasi kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan bahwa berhenti merokok adalah hal yang paling penting untuk pencegahan penyakit serius. Tapi, peran aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit juga tidak dapat dianggap remeh.
Jadi, apakah Anda siap melakukan olahraga setiap pagi?

0 comments:

Posting Komentar